Kamis, 01 Desember 2011

makalah

LATAR BELAKANG
Dalam kehidupan global yang pertama kali harus menganalisa konsep bahwa manusia adalah merupakan warga Negara global, sebagai penduduk dunia yang memiliki hak dan kewajiban tertentu. Hak merupakan cornerstone of citizenship (Stainer, 1996:20), merupakan inti dari kehidupan warga dunia. Sedangkan kewajiban merupakan panggilan atau tanggung jawab atau tugas kita sebagai warga dunia. Selain itu, perlu kita sadari bahwa di dunia ini tidak hanya ada kita, akan tetapi pada orang lain yang bermukin di seluruh belahan dunia. Oleh karena itu, kita harus banyak mempelajari tentang dunia dan seisinya.
Oleh karena siswa kita merupakan bagian dari dunia maka dia harus diberikan pengetahuan tentang keberadaan dia sebagai penduduk dunia. Tugas guru adalah mengglobalkan pengetahuan dan sikap serta kesadaran siswa terhadap dunia. Guru seperti ini adalah guru global atau Global Teacher (Steiner, 1996).
Kesadaran tentang terjadinya globalisasi adalah sikap menerima suatu kenyataan bahwa planet tempat kita berada ini semakin menyempit dengan adanya terobosan di bidang ilmu pengetahuan dan teknologi. Sikap dalam menghadapi globalisasi ini adalah bukan melawan arus globalisasi akan tetapi kita harus dapat “menjinakkan” globalisasi itu sendiri. Globalisasi adalah suatu proses yang berlanjut, bila kita lambat mengikutinya maka kita akan semakin ketertinggalan. Tetapi juga akan berakibat fatal apabila kita salah dalam memperlakukannya. Dalam makalah ini akan dibahas mengenai  Apa dan Bagaimana  Perspektif global itu dalam kehidupan kita dan bagaimana kita menerima dan menyikapinya.
MODUL 1
PEMBAHASAN
HAKIKAT DAN KONSEP PERSPEKTIF GLOBAL

Istilah global menunjuk kepada sesuatu yang berkaitan dengan dunia seca-
ra keseluruhan beserta dengan isinya. Dan istilah Globalisasi adalah ber-kaitan dengan masalah , kejadian , kegiatan dan sikap yang pengaruhnya ter-hadap seluruh dunia dan internasional.
Globalisasi adalah suatu proses dimana kejadian , keputusan dan kegiatan disalah satu bagian dunia menjadi konsekuensi , bagi individu dan masyarakat di daerah lain ( Joe Hukle ).
Globalisasi ditandai dengan ketatnya persaingan, padatnya informasi, keterbukaan dan didukung oleh kemajuan IPTEK . sehingga adanya masyarakat terbuka.
Dalam bidang ekonomi ditandai dengan adanya pasar bebas yang menuntut kemampuan kreasi dan menghasilkan produk yang berkualitas daIam bidang politik ditandai dengan berkembangnya demokrasi  dalam masyarakat demokratis, yang menghargai nilai HAM, sebagai masyarakat madani yang menghargai hak dan kewajiban hal ini merupakan ciri globalisasi.
Perspektif global adalah suatu pandangan yang timbul akibat suatu kesadaran bahwa hidup dan kehidupan ini adalah untuk kepentingan global . ini dicerminkan  dengan motto "think globally and act localy” . Dalam Perspektif global kita bukan saja sebagai warga negara Indonesia, akan tetapi juga warga dunia. Oleh karena itu, dalam berpikir dan bertindak harus  mengantisipasi kepentingan dunia. Tidak ada lagi manusia yang hidup menyendiri, satu sama lain saling tergantung , dan keberhasilan hidup ini karena adanya ketergantungan tersebut.
Pada umumnya kita tidak memahami bahwa sebenarnya hidup kita ini terbentuk karena adanya pengaruh dari peristiwa di dunia. Kita tidak dapat membayangkan bagaimana sulitnya aktivitas masyarakat suatu bangsa tanpa adanya hubungan global.
Oleh karena itu,para ahli pendidikan bersepakat bahwa perspektif global harus diberikan di sekolah. Karena Perspektif global merupakan suatu pendekatan menyeluruh yang mencoba memahami keterkaitan guru dan siswa dalam memahami hubungan mereka dengan masyarakat dunia.
Perspektif global bertitik tolak dari kehidupan sehari-hari dan peristiwa yang terjadi sehari-hari, misalnya pengangguran, kelaparan, pestisida, kepadatan penduduk, pengungsi dan sebagainya yang mempunyai darnpak global.
1.  Tujuan diberikannya perspektif global adalah:
a.   mendorong para guru untuk mempelajari lebih banyak tentang materi dan masalah yang berkaitan dengan masalah global.
b.   mendorong para guru untuk mempelajari masalah yang berkaitan dengan lintas budaya.
c.  mengembangkan dan memahami makna perspektif global baik  dalam
     kehidupan sehari-hari,   maupun dalam pengembangan profesinya.


MODUL 2
PEMBAHASAN
PERSPEKTIF GLOBAL DILIHAT DARI SUDUT
ILMU – ILMU SOSIAL DAN ILMU LAIN YANG TERKAIT

Dalam kehidupan umat manusia yang makin terbuka dan makin meningkatnya berbagai kebutuhan, wawasan tentang kehidupan ini harus dikembangkan sampai ke batas global. Bagi bidang studi geografi, perspektif global bukan merupakan hal Yang baru, mengingat salah satu konsep geografi itu bumi sebagai planet atau bumi sebagai globe. Tinjauan geografi berkenaan dengan fenomena permukaan bumi selalu dibahas dalam konteks global.
Berbagai peristiwa dan peninggalan sejarah yang bernilai serta bermakna global, merupakan materi pendidikan untuk meningkatkan wawasan peserta didik terhadap nilai-nilai kemanusiaan.
Pertumbuhan penduduk dunia yang pesat dari waktu ke waktu, menjadi salah satu faktor terjadinya masalah global dalam bidang ekonomi. Dunia pendidikan dituntut untuk memanfaatkan masalah dan tantangan global bagi kepentingan peningkatan kualitas SDM generasi muda menghadapi Abad XXI.
Perubahan sistem politik di negara besar seperti di Uni Soviet, membawa  perubahan peta politik dunia yang berdampak luas pada proses globalisasi aspek - aspek kehidupan lainnya. Keberhasilan perjuangan politik Indonesia yang berlandaskan politik luar negeri  bebas aktif, telah membawa Indonesia menjadi negara yang diperhitungkan dalam percaturan politik dunia oleh negara­ - negara besar. Interaksi sosial manusia yang makin meluas, baik langsung ataupun tidak langsung, telah menjadi salah satu landasan proses globalisasi kehidupan yang tidak  dapat dibendung, bahkan pada aspek - aspek kehidupan tertentu telah dirancang  sebagai satu kebutuhan yang dampak positifnya wajib disyukuri, namun dampak negatifnya perlu diwaspadai.
Perspektif  budaya dengan kebudayaannya, menjadi landasan utarna terjadinya proses globalisasi segala aspek kehidupan yang dampak positifnya wajib disyukuri, namun dampak negatif perlu diwaspadai. Dalam suasana global yang makin mengarus, dunia pendidikan, khususnya  guru-guru IPS, harus mengembangkan kewaspadaan sedini mungkin untuk  mencegah dampak negatif perubahan kehidupan global terhadap SDM generasi  muda, yang akan menjadi subjek pembangunan di masa mendatang.
Dari perspektif sejarah, IPTEK merupakan produk budaya manusia, dengan kesadaran yang tinggi, manusia dituntut kemampuan untuk mengendalikan IPTEK yang bermata dua demi kesejahteraan umat manusia dengan kelestarian lingkungan hidup.
Transportasi merupakan sarana yang sangat bermakna dalam mendukung proses ketergantungan umat manusia dalam berbagai aspek kehidupan pada tatanan global hari ini dan di masa yang akan datang.
Dari perspektif global, komunikasi merupakan sarana saling pengertian intemasional dalam menghadapi kehidupan global yang penuh masalah dan tantangan hari ini serta masa yang akan datang. Lembaga internasional, baik Perserikatan Bangsa-Bangsa maupun organisasi-organisasi independen, memiliki kedudukan, fungsi, dan peranan yang bermakna dalam menopang sating pengertian serta sating ketergantungan antarbangsa dan negara yang beragam sistem politik, ekonomi, budaya, serta keadaan rasialnya.


MODUL 3
PEMBAHASAN
PENTINGNYA KESADARAN DALAM
PERSPEKTIF GLOBAL

Perspektif global mengandung dua  unsur  pokok yang sangat penting yaitu perlu adanya kesadaran dan wawasan global. Ini perlu dibangun agar setiap warga negara Indonesia menyadari tentang pecan dan fungsi dies sebagai warga negara dan warga dunia. Untuk menempatkan Indonesia sejajar dengan negara lain dalam era globalisasi ini, maka motto "think globally and act locally" perlu dihayati betul oleh setiap warga negara Indonesia, agar dirinya dapat berperan dalam kehidupan global dan nasional.
Untuk menjaga pengaruh negatif sebagai akibat dari globalisasi ini maka warga negara Indonesia harus tetap menjaga identitas diri dan bangsa. sebagai alas penyaring  pengaruh  tersebut adalah kesadaran nasional (nasionalisme), agama dan norma, serta nilai budaya bangsa.  Kita perlu menyadari dan mau menerima kenyataan bahwa bumi tempat kita hidup ini dirasakan makin lama makin kecil disebabkan oleh adanya perkembangan dalam bidang IPTEK.
Kejadian yang ada di negara lain dalam beberapa menit saja sudah kita ketahui karena perkembangan IPTEK tadi. Walaupun tindakan global perlu ditumbuhkan namun tindakan dalam lingkup lokal merupakan bagian dari global. Kalau kita menjaga kelestarian hutan, menanami hutan yang gundul di daerah kita sendiri, maka sebenarnya kita sudah memberikan andil yang sangat berarti terhadap kehidupan global. Tindakan kita tersebut sudah menyelamatkan hutan dari kebakaran, menyimpan persediaan air, mencegah bencana alam yang semuanya berdampak global.
MODUL 4
PEMBAHASAN
ISU – ISU GLOBAL DALAM KAITANNYA
DENGAN KEPENTINGAN NASIONAL

Pertumbuhan penduduk dengan segala kebutuhan hidupnya, menjadi faktor pendorong utama kemajuan dan penerapan IPTEK dalam berbagai bidang kehidupan.
Kemajuan dan penerapan IPTEK elektrik-elektronik yang menghasilkan multimedia, menjadi dasar terjadinya revolusi informasi dan masyarakat global.
Kemajuan kondisi fisikal alamiah dan rasial serta kehidupan sosial, budaya, ekonomi dan politik di permukaan bumf, selain merupakan aset kesejahteraan kehidupan global, juga menjadi faktor terjadinya konflik antar masyarakat di dunia.
Penerapan IPTEK dalam memanfaatkan sumber daya alam dan lingkungan, selain mampu meningkatkan kesejahteraan hidup umat inanusia, juga dapat menimbulkan masalah global. Kewaspadaan terhadap dampak negatif dari proses globalisasi, merupakan salah satu syarat penyelamatan kepentingan hidup Bangsa Indonesia dari budaya global.
Pembedaan antara negara terbelakang dengan negara sedang berkembang dan dengan negara maju, bukan didasarkan atas tinggi rendahnya martabat kemanusiaan, melainkan didasarkan atas derajat kemampuan SDM-nya dalam menguasai serta menerapkan IPTEK bagi kesejahteraan manusia yang bersangkutan. Perbedaan antara individu, masyarakat, bangsa dan negara yang memiliki kekuasaan atau kekuatan dengan individu, masyarakat, bangsa serta negara yang "lemah" yang tidak dilandasi oleh kesadaran bahwa manusia di hadapan Tuhan itu derajatnya sama, akan menimbulkan konflik yang membahayakan perdamaian. Dalam menciptakan kehidupan global yang sejahtera, amin dan damai, kerja sama dan saling ketergantungan merupakan mekanisme yang strategis.
Ditinjau dari pertumbuhan dan perkembangan penduduk dengan segala kebutuhan serta aspirasinya, pergeseran nilai, norms dan peraturan, merupakan hat yang wajar. Oleh karena itu, peninjauan, pengembangan dan perubahan peraturan, hukum serta perundang - ­undangan, merupakan upaya yang wajar dalam mengakomodasi pertumbuhan dan perkembangan tadi.
Manusia selaku individu, ketuarga, masyarakat dan bangsa selalu memiliki keterbatasan, meskipun termasuk ke dalam kelompok serba ada atau kaya. Oleh karena itu, kerja sama dan saling ketergantungan menjadi tuntutan yang wajar dalam kehidupan bermasyarakat, terutama dalam kehidupan global. Namun demikian, jati diri dan kemandirian menjadi landasan yang harus melekat pads tiap diri manusia, balk sebagai individu, keluarga dan masyarakat, maupun sebagai bangsa serta warga dunia.


MODUL 5
PEMBAHASAN
ISU – ISU GLOBAL DAN MASALAH GLOBAL
DALAM KAITANNYA DENGAN PEMBELAJARAN SD

Kemajuan dan pemanfaatan IPTEK dalam bidang komunikasi transportasi, multimedia, kamera dan pemotretan jarak jauh, teropong serta penginderaan dari satelit, telah memperluas cakrawala pandang manusia yang memperkaya materi pembelajar IPS.
Kontak antarmanusia dan arus barang, berita dan informasi, baik secara fisik langsung tanpa perantara, maupun tidak langsung melalui Berbagai media, memperluss cara pandang manusia mulai dari tingkat lokal, regional sampai ke tingkat global, untuk membina perspektif global dalam diri manusia. Proses yang demikian itu merupakan salah satu tugas yang harus diperhatikan pada pembelajaran IPS. Secara alamiah, baik kondisi slam-fisik maupun sosial-budaya manusia di permukaan bumi, tersebar tidak merata dan beranekaragam.
Ketidakmerataan dan keanekaragaman SDA dan SDM ini, menjadi dasar terjadinya penjelajahan, kontak sosial, perdagangan serta kemajuan cara pandang manusia terhadap kehidupan baik dalam konteks keruangan maupun dalam perkembangan waktunya. Kenyataan yang demikian itu, menjadi landasan materi pada kajian pembelajaran IPS.
Perbedaan tingkat kemakmuran masyarakat, negara-negara di permukaan bumi, tidak terletak pada kaya-miskinnya SDA setempat, melainkan lebih ditentukan oleh kemampuan SDM-nya memanfaatkan SDA yang dimiliki bagi kesejahteraan mereka masing-masing. Kenyataan yang demikian itu menjadi landasan peningkatan kesadaran kita semua, khususnya kesadaran guru IPS akan pentingnya pendidikan memperbaiki kualitas kemampuan peserta didik sebagai masa yang akan datang.      
Fenomena dan masalah kehidupan di permukaan bumi sebagai suatu kenyataan, merupakan proses yang berkembang dalam ruang tertentu pada perjalanan dari waktu ke waktu. Kenyataan yang demikian, merupakan perpaduan jalinan antara faktor ruang dengan faktor waktu yang mencirikan karakter aspek  kehidupan tersebut. Fenomena itu, merupakan hal yang menarik bagi pembelajaran IPS.
Suatu fenomena dan isu dalam kehidupan sosial di masyarakat dinyatakan sebagai masalah global, jika ruang lingkup, bobot dan upaya pemecahannya sudah berada pada tingkat dunia yang menembus batas-batas lokal. Pemaknaan negara maju sekaligus juga sebagai negara industri, terletak pada kemajuan dan kemampuan mendayagunakan IPTEK dalam mengolah SDA menjadi barang industri yang meningkatkan kesejahteraan.
Perbedaan yang hakiki antara negara maju dengan negara berkembang, terletak pada perbedaan kualitas kemampuan SDM-­nya dalam menguasai, menerapkan dan memanfaatkan IPTEK bagi kesejahteraan masyarakat masing-masing. Dalam meningkatkan kualitas kemampuan SDM menguasai IPTEK tersebut, pendidikan memiliki kedudukan dan peranan yang strategis.
Kerja sama di segala bidang kehidupan, dan sating ketergantungan antar- masyarakat, bangsa serta negara di dunia secara global, merupakan landasan pemecahan konflik, diskriminasi dan masalah kehidupan lainnya untuk menciptakan perdamaian dunia bagi kepentingan umat manusia. Arus informasi yang mendunia yang berpengaruh terhadap tatanan hidup masyarakat termasuk masyarakat negara-bangsa Indonesia, harus diwaspadai dengan kemampuan daya saring yang kuat untuk menghindarkan diri dari pengaruh negatif pergeseran nilai-norma yang mengglobal.


MODUL 6
PEMBAHASAN
MODEL PEMBELAJARAN DAN EVALUASI
PEMBELAJARAN PERSPEKTIF GLOBAL

Merancang model pembelajaran IPS pada konteks perspektif global di tingkat SD, tidak dapat dilepaskan dari hakikat peserta didik dengan potensi dasar mentalnya, tingkat perkembangan kemampuan sesuai dengan umur mereka, dan asas-asas pembelajaran sesuai de­ngan tingkat kemampuan tadi.
Pada pembelajaran IPS, khususnya dalam konteks perspektif global, sumber dan media pembelajaran utama adalah kehidupan masyarakat yang nyata. Sejalan dengan perkembangan IPTEK, multimedia hasil kemajuan teknologi yang meliputi media cetak (surat kabar, tabloid, majalah) dan media elektronik (radio, TV, video, internet) juga menjadi sumber serta media pembelajaran yang makin bermakna.
Dalam pembelajaran IPS pada konteks perspektif global, bukan ha­nya memanfaatkan sumber yang majemuk dan menggunakan multimedia, melainkan juga menerapkan multi metode (ceramah, tanya-jawab, diskusi, tugas, karyawisata) serta multistrategi ( pembinaan konsep, pengembangan nilai dan sikap, pengembangan keterampilan, inkuiri dan berpikir kritis, rata cara bertanya yang efektif ) sesuai dengan sifat perspektif global tersebut.
Sesuai dengan hakikat perspektif global, pendekatan dan evaluasi hasil pembelajaran dilakukan secara bertahap serta berkesinam­bungan, dimulai dari awal pembelajaran, selama pembelajaran dan pada akhir pembelajaran. Pendekatan yang diterapkan mulai dari tingkat lokal dan regional sampai ke tingkat global. Sedangkan evaluasinya mulai dari evaluasi dalam tanya-jawab dan diskusi sampai pada pelaksanaan tugas dengan hasilnya sampai pada tes formatif serta sumatif.            Sesuai dengan hakikat perspektif global, guru IPS dituntut memiliki wawasan yang luas tentang berbagai isu dan masalah global .
Evaluasi sesungguhnya merupakan hal praktis dilakukan dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan spa pun yang kita lakukan dalam kehidupan itu selalu ingin mengetabui bagaimana hasilnya. Untuk mengetahui hal tersebut, kita melakukan evaluasi. Namur demikian, evaluasi tersebut tidak didasarkan atas suatu rancangan dan perencanaan. Sedangkan evaluasi pada pembelajaran IPS, khususnya pada pembelajaran perspektif global, evaluasinya harus memenuhi ketentuan yang dirancang dan direncanakan.
Baik prosedur maupun alat evaluasi pada pembelajaran IPS, khususnya pada pembelajaran perspektif global, harus berlandaskan asas dan fungsi evaluasi yang benar untuk mencapai tujuan evaluasi yang diharapkan. Dengan demikian, basil evaluasi tadi dapat digunakan untuk menilai kerja dan kinetja guru dalam pelaksanaan pembelajarannya. Pada rancangan evaluasi, pembuatan,kisi-kisi, merupakan prasyarat bagi alat evaluasi yang benar, khususnya pada pembelajaran IPS dalam lingkup perspektif global. Kisi-kisi tadi menjadi landasan tersusunnya butir-butir soal yang menyeluruh ditinjau dari aspek materi pokok bahasan, dan seimbang aspek tingkat mental yang diukumya.
Secara menyeluruh, evaluasi pada pembelajaran IPS, khususnya pada lingkup perspektif global, dilakukan mulai dari awal, selama dan pada akhir proses pembelajaran. Evaluasi itu dilakukan melalui tanya-jawab diskusi, tugas dan tes tertulis. Dari pelaksanaan evaluasi yang menyeluruh, hasilnya dapat mengungkapkan terpenuhi tidaknya fungsi dan tujuan evaluasi tersebut.
Pada proses pembelajaran, khususnya pembelajaran IPS, lebih khusus lagi pembelajaran perspektif global, evaluasi merupakan kegiatan puncak atau kegiatan kulminasi. Kegiatan evaluasi itu dikatakan demikian, karena keseluruhan kegiatan pembetajaran, baik kegiatan guru maupun kegiatan peserta didik, keberhasilannya tercermin dari hasil evaluasi. Dalam hal ini tentu saja evaluasi yang dirancang dan direncanakan sesuai dengan ketentuan persyaratan, baik mengenai prosedur maupun alat evaluasinya.


DAFTAR PUSTAKA
Clarke W ,Green , F.E ( 1985 ),Contenporarry Initiatives in social Studies Education , Florida , Social , Issues Resources Series.
Foley G ( 1993 ) , Pemanasan Global , Jakarta : Yayasan Obor Indonesia , Konphalindo , Panos.
Freeman R.E ,editor , ( 1998 ) Promosing Prancise in Global Education , New York : Nation Council For Geografic Education .
James , P.E ( 1997 ) . New View points in Geografi . Whosington : National council For The Social Studies.
Lubis T,M editor ( 1993 ) . Hak – hak asasi manusia dalam masyarakat Dunia Jakarta : Obor Indonesia.
Marryfild , M.M ,jachow, E , Pickert, s , ( 1997 ) , Preparing Teacher to Teach , Global Perspective, California : Corwin Press.
Muessig , R.H , Gilion , M.E ( 1981 ) , Perspective of global Education . Colombus ; College of education , the Ohio State University.
Susanto, AB ( 1998 ) , Visi Global , Jakarta : PT  Elex Komputindo.
Sekertariat Negara ( 1982 ) Pokok – pokok Pngelolaan Lingkungan Hidup. Jakarta : Undang – undang No. 4 tahun 1982.